Orangtua Wajib Tahu: 5 Cara Menyenangkan Mengasah Literasi dan Numerasi Anak Sejak Dini

Orangtua Wajib Tahu: 5 Cara Menyenangkan Mengasah Literasi dan Numerasi Anak Sejak Dini
Kemampuan literasi dan numerasi merupakan fondasi penting dalam perkembangan anak. Literasi bukan hanya sekadar membaca dan menulis, tetapi mencakup keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, hingga mengeja. Sementara itu, numerasi meliputi kemampuan berhitung, memahami angka, serta menerapkan logika matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Melatih kedua kemampuan ini sejak dini akan memengaruhi bagaimana anak kelak memahami informasi, menyelesaikan masalah, dan berkontribusi di tengah masyarakat. Literasi dan numerasi yang baik akan membuat anak lebih siap menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.

Menurut informasi yang pernah dimuat di Kompas.com, Satria Dharma—seorang tokoh pendidikan dan penggagas gerakan Literasi Sekolah—mengungkapkan bahwa rendahnya kemampuan literasi di masyarakat bisa berdampak besar pada aspek ekonomi, sosial, hingga budaya. Ia menilai bahwa kemampuan membaca yang lemah dapat menyebabkan maraknya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, yang pada akhirnya merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Orangtua Wajib Tahu: 5 Cara Menyenangkan Mengasah Literasi dan Numerasi Anak Sejak Dini

Mengapa Anak Perlu Dilatih Sejak Dini?
Anak-anak sebenarnya memiliki rasa ingin tahu dan ketertarikan alami terhadap aktivitas membaca atau mengenal angka. Namun sayangnya, kebiasaan membaca belum menjadi budaya utama di sebagian besar keluarga di Indonesia. Satria Dharma juga mengungkapkan bahwa perbedaan mencolok terlihat dari kebijakan pendidikan di berbagai negara. Contohnya, di Thailand, siswa SMA diwajibkan membaca minimal lima buku setiap tahun, sedangkan di Amerika Serikat, siswa diminta membaca hingga 32 judul buku.

Sementara di Indonesia, tidak ada kewajiban seperti itu, sehingga anak-anak kurang terpapar dengan aktivitas membaca dan memahami teks secara mendalam.

Lalu, bagaimana orangtua bisa membantu anak membangun fondasi literasi dan numerasi sejak usia dini? Berikut lima cara menyenangkan yang bisa dicoba di rumah:

1. Bacakan Buku Cerita Setiap Hari
Luangkan waktu minimal 10-15 menit untuk membacakan buku cerita pada anak. Tidak hanya mempererat ikatan antara orangtua dan anak, kegiatan ini juga menambah kosakata serta merangsang imajinasi anak. Pilih buku-buku bergambar yang penuh warna dan cerita sederhana yang mudah dipahami.

2. Gunakan Lagu dan Musik untuk Belajar
Musik adalah alat yang efektif untuk memperkenalkan huruf, angka, dan pola kalimat. Lagu-lagu anak-anak seperti lagu alfabet atau lagu berhitung bisa membantu anak belajar sambil bersenang-senang. Gerakan tangan atau tarian sederhana juga bisa ditambahkan agar anak lebih aktif dan mudah mengingat.

3. Ajak Anak Bermain Peran
Permainan peran seperti berpura-pura menjadi guru, dokter, atau penjual bisa menjadi media belajar literasi dan numerasi yang seru. Saat bermain, anak diajak berdialog, menyebutkan nama benda, menghitung barang dagangan, dan mengenal konsep uang. Semua ini dapat menstimulasi kecakapan berkomunikasi dan kemampuan berhitung secara alami.

Libatkan Anak dalam Aktivitas Sehari-hari

Kegiatan sehari-hari di rumah seperti memasak, belanja, atau merapikan mainan bisa menjadi sarana belajar yang luar biasa. Saat memasak, ajarkan anak membaca resep atau menakar bahan. Ketika berbelanja, biarkan anak menghitung uang kembalian atau mencari harga termurah dari dua produk. Aktivitas seperti ini melatih logika dan pemahaman angka dalam situasi nyata.

5. Berikan Akses pada Bahan Bacaan dan Permainan Edukasi
Pastikan di rumah tersedia berbagai bahan bacaan anak-anak, mulai dari buku cerita, komik edukatif, hingga majalah anak. Selain itu, pilih permainan edukatif seperti puzzle huruf, flashcard angka, atau aplikasi interaktif yang membantu anak mengenal literasi dan numerasi dengan cara yang menyenangkan dan aman.

Penutup
Mengasah kemampuan literasi dan numerasi sejak dini tidak perlu dilakukan dengan cara yang kaku atau membosankan. Justru, dengan pendekatan yang menyenangkan dan penuh interaksi, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mampu memahami informasi dengan baik, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Orangtua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan baik ini. Mulailah dari hal kecil, konsisten, dan libatkan anak dalam berbagai aktivitas yang bisa mengasah kemampuan mereka. Dengan cara yang tepat, proses belajar akan terasa seperti bermain, dan anak pun akan menikmatinya.

By admin